Senin, 29 Juni 2009 0 komentar

ACTION IS NUMBER 1

Kebiasaan menunda-nunda niat baik ini bisa fatal akibatnya. Penundaan ini bisa menular ke semua sendi kehidupan anda dan merusak cita-cita yang anda bangun sejak lama.

Maksud saya begini, kalau anda sering kali menunda-nunda mewujudkan niat baik, berarti anda termasuk pribadi atau orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Kalau anda tak segera menyembuhkan penyakit ini, anda bisa dicap sebagai seorang pemalas oleh orang lain, padahal sebenarnya anda pekerja yang rajin. Kalau sudah begini, apapun karir yang anda geluti, saya jamin pasti karir anda mati muda. Atau, kalaupun tidak mati muda ya jalan di tempat. Tidak ada kemajuan dari tahun ke tahun sehingga penghasilan pun segitu-segitu aja.

Apa cirinya seorang penunda?

Anda sering kali mengandalkan mood. Saya ambil contoh soal niat bisnis internet di atas. Anda ingin memulai bisnis internet tapi sampai hari ini anda hanya ingin saja. Tidak lekas berusaha setahap demi setahap. Anda punya 1001 alasan untuk membela diri mengapa anda tidak segera ACTION! Menganggap bisnis internet ribet, sulit, mesti belajar dari NOL, perlu waktu yang tepat dan persiapan yang matang. Dengan kata lain anda perfeksionis.

Selain itu, anda juga dihinggapi perasaan takut gagal. Ini cukup bahaya, anda menyerah sebelum bertanding sehingga anda tidak bisa mengasah skill anda. Anda tidak akan tahu kalau di dalam diri anda tersimpan kekuatan besar yang membawa anda pada kesuksesan.

Contoh lain, seorang penunda sering tidak patuh deadline. Entah anda seorang arsitek, sekretaris, manager, atau direktur sekalipun, anda pasti punya deadline dalam pekerjaan. Kapan pekerjaan A harus selesai sehingga bisa melangkah ke B. Dan kapan B selesai agar C juga bisa segera dikerjakan.

Nah, jika anda sering memolorkan pekerjaan, sering tidak disiplin dan jam kerja anda mau tidak mau anda harus mengaku kalau anda seorang penunda. Saya tidak mengatakan anda pemalas, karena seorang penunda bisa juga seorang yang sangat rajin hanya saja kerajinannya itu salah alamat. Anda sering kali memprioritaskan pekerjaan yang kurang penting. Sementara tugas-tugas yang perlu anda kerjakan terlebih dahulu sering anda selesaikan belakangan.

Oke, jujur saja anda jawab, apa anda termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Jangan khawatir anda masih punya kesempatan untuk berobat dan menjadi pribadi yang lebih baik. Bagaimana caranya?

Pertama, setelah anda mengaku kalau anda penunda pekerjaan, sekarang cari tahu KENAPA anda menjadi procrastinator. Dan, tanyakan pada diri anda dua pertanyaan berikut.

  1. Apakah karena anda tidak menyukai pekerjaan anda? Kalau anda ingin memulai bisnis, tanyakan baik-baik, kompromikan dengan diri anda sendiri, “apakah bisnis ini benar-benar menyenangkan?”
  2. Apakah pekerjaan anda TERLALU menggunung? Terlalu banyak yang harus dikerjakan sehingga anda bingung mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bukan.

Kedua, segera sembuhkan! Caranya, dengan memotivasi diri dan beri penghargaan pada diri sendiri. Misal, besok adalah deadline pekerjaan A. jika anda berhasil mematuhi deadline, anda akan memanjakan diri dengan misal makan di restoran favorit. Jika deadline tidak terpenuhi, maka hukum diri anda. Silakan pilih cara mana yang paling ampuh untuk memberikan efek jera bagi diri anda.

Bagi si penunda yang mempunyai terlalu banyak pekerjaan, anda harus membuat skala prioritas. Tidak itu saja, yang terpenting anda harus disiplin mematuhi prioritas itu. Buat action plan, pecah pekerjaan besar menjadi beberapa bagian. Dan pastikan setiap pekerjaan kecil itu punya deadline sendiri-sendiri.

Apapun cita-cita anda, pasti bisa anda wujudkan selama anda konsisten dengan komitmen anda. Sembuhkan dulu diri anda. Itu langkah pertama yang menentukan masa depan anda yang lebih baik. Berikutnya ACTION sekarang juga!

Apalagi, jika anda ingin berbisnis. Seorang pebisnis pastinya bukan orang gajian. Anda bos bagi diri anda sendiri, tidak ada yang mengawasi kinerja anda selain anda sendiri. Jadi, anda sangat rentan untuk menjadi si penunda. Apa anda masih mau menunda-nunda kesuksesan anda?

Minggu, 28 Juni 2009 0 komentar

TEMUKAN ENERGI ANDA

Kelola Energi Anda! "Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu" (Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis "The Power of Full Engagement") Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait dengan ketergantungannya pada jam kerja yang berlebihan. Orang ini tampaknya bermasalah dengan waktu, tapi lebih-lebih sebenarnya mereka punya masalah dengan energinya. Dari mereka, ada yang berkomentar, "Waduh, kalau tidak ngelembur, pasti pekerjaan saya tidak bakal beres." Komentar kain, "Namanya juga kerja di perusahaan kami, kalau enggak lembur, rasanya belum jadi karyawan yang sesungguhnya" atau " Kalau enggak pukul sembilan malam, belum bisa pulang. Kadang Sabtu dan Minggu juga masuk kantor." Memang, tidak ada yang mampu menghentikan waktu. Sementara itu, banyak orang yang terobsesi dengan waktu sebagai tolok ukur produktivitas. Seolah-olah orang yang sudah menghabiskan banyak waktu, dengan sendirinya dinilai sebagai orang produktif. Inilah salah kaprah yang banyak terjadi dalam konteks 'bekerja' sekarang. Orang berlomba-lomba mengelola waktu. Padahal, yang sebenarnya fundamental adalah mengelola energi untuk bekerja. Ada kisah menarik. Seorang manajer perempuan terbiasa bekerja hingga larut malam. Biasanya, dia baru hengkang dari kantor pukul sembilan atau 10 malam. Bisa jadi, dia adalah orang yang gila kerja (workalholic) . Kebiasaan ini dia bawa sampai ketika menikah. Suaminya pun sempat melayangkan ultimatum. "Kamu pilih kerja atau keluargamu? Kalau kamu tetap pulang selarut itu, lebih baik kamu berhenti bekerja! Toh penghasilan saya bisa lebih dari cukup buat menghidupi kamu. Saya ijinkan kamu bekerja maksimal sampai pukul enam sore. Sadarlah, keluarga kamu membutuhkanmu, " keluh suaminya. Perempuan karir itu pun akhirnya mendengarkan opini suaminya. Akhirnya, dia mengaku, sejak mendapat ultimatum itu dia berusaha menata dan mengatur lagi energinya dalam bekerja. Dia merasa tidak lagi membuang-buang energi untuk suatu yang sia-sia. Dia bercerita, sudah hampir 1,5 tahun bisa pulang ke rumah on time! Malah, bisa pulang dan menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul enam sore. Dia pun merasa punya banyak waktu buat keluarga. Mereka pun bahagia. Nah, dalam mengelola energi,POST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0 prinsipnya bukan berapa banyak waktu yang dihabiskan. Tetapi, berapa banyak energi yang dicurahkan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan. Jadi, seorang yang bekerja dua jam saja tetapi dengan energi 100%. Itu sama efektifnya dengan mereka yang bekerja empat jam, tetapi hanya mempunyai energi 50%. Artinya, lamanya waktu bekerja tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Waktu lama tidak identik dengan kerja produktif. Karena itu, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu terbatas, orang mampu mengerjakan banyak hal sesuai target dan dikerjakan dengan sebaik mungkin. Pada titik inilah, manajemen energi menjadi penting. Orang mampu bekerja baik jika mempunyai energi yang berlimpah. Bekerja dengan total energi, itulah kuncinya. 3 Tip penting Ada tiga tip penting untuk mengelola energi ini. Hal ini diinspirasikan dari jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dalam workshop Kecerdasan Emosional yang saya fasilitasi. Yakni, pertama, menghindari banyaknya kebocoran emosi. Kebocoran emosi terjadi bila hati kita tinggal separuh saat mengerjakan tugas. Kita bekerja dengan setengah hati. Inilah yang terjadi saat tubuh beraktivitas, tetapi pikiran dan hati kita melayang ke tempat lain. Akibatnya, kita tidak bisa fokus bekerja. Pekerjaan yang dikerjakan dengan semangat setengah-setengah juga akan menghasilkan buah yang setengah-setengah juga. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan mereka mengatasi kebocoran emosi ini. Mereka bekerja dengan hati, pikiran, dan raga yang total 'hadir' berada di tempat dia bekerja. Dalam pepatah Latin disebut Age Quod Agis, bekerja dengan totalitas penuh! Kedua, kemampuan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Sifat menunda- nunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang bisa menghabiskan banyak energi kerja kita. Setelah ditunda, justru pekerjaan akan semakin susah diselesaikan. Pekerjaan lain menyusul dan akhirnya menumpuk. Bahkan, orang yang cenderung menunda pekerjaan justru akhirnya tidak mengerjakan apa- apa. Dalam bukunya Eat the Frog, Brian Trcay menyarankan justru pekerjaan yang sulit (diibaratkan seperti katak paling besar dan jelek) yang harus ditangani dulu, sehingga pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah diselesaikan. Kita dituntut mampu membuat prioritas pekerjaan. Semakin sulit dan menyebalkan, sebaiknya ditangani dulu. Sebab kalau tidak, mungkin akhirnya tidak akan pernah kita sentuh lagi. Ketiga, tidak menunggu waktu yang tepat untuk memulai. Banyak orang menunda dan mempersiapkan pekerjaan secara bertele-tele. Mereka menunggu mood datang. Padahal datangnya mood tidak bisa ditebak. Tidak ada waktu yang tepat selain memaksa untuk memulainya. Kalaupun tidak merasa nyaman, mulailah dengan standar rendah dengan mencoba membuat draft terlebih dahulu. Perlahan-lahan barulah dipoles menjadi sempurna. Kita belajar dari seorang penulis. Seorang penulis tidak bisa disebut penulis jika tidak menulis. Tulisan tidak bakal jadi, jika tidak mulai menulis. Penulis yang hanya menunggu mood, tidak akan produktif menghasilkan tulisan. Harus ada disiplin. Di sini, diperlukan sikap contra agere, melawan kencenderungan negatif. Kalau cenderung menunda pekerjaan, lawanlah dengan mengerjakannya dengan total. Pembaca, alangkah nyamannya kalau dengan waktu yang relatif singkat, kita mampu menyelesaikan banyak hal dari pekerjaan kita. Bayangkan seandainya kita mampu mulai mengelola energi kita dengan baik. Selain pekerjaan kita selesai, kita juga punya waktu untuk keluarga dan kehidupan pribadi kita. Mengertikah Anda sekarang, mengapa pengelolaan energi adalah pegelolaan atas kualitas hidup kita? Sekali lagi, kualitas hidup Anda tergantung dari energi yang Anda kelola! Sumber: Kelola Energi Anda! oleh Anthony Dio Martin

0 komentar

6 CARA KITA BELAJAR DAN MENUMBUH KEMBANGKAN KREATIF DIDALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Saya masih teringat saat mengawali bisnis internet. Waktu saya utarakan niat saya “menjual informasi” lewat internet, rekan-rekan saya tertawa. Menjual informasi mungkin mereka anggap bisnis yang “aneh”. Padahal, selain secara online “menjual informasi” sudah lama dilakukan oleh orang-orang di luar sana, di sekitar kita sendiri secara offline “menjual informasi” sudah lama dilakukan baik dalam bentuk koran, majalah, tabloid, buku, dan lainnya.

Inti yang ingin saya tegaskan adalah pentingnya kreativitas dalam hidup. Entah apapun kondisi anda saat ini. Mungkin anda masih berstatus sebagai karyawan atau sudah memulai bisnis internet, kreativitas sangat menentukan keberhasilan anda di masa mendatang. Kreativitas yang membuat yang belum ada menjadi ada. Dan yang sudah ada menjadi jauh lebih baik lagi.

Lalu bagaimana memompa energi kreatif dalam diri anda?

Silakan simak beberapa kiat sederhana menjadi kreatif berikut ini:

  • Beri tenggat waktu. Ini kiat sederhana pertama. Beri tenggat waktu atas tugas anda dan itu wajib anda penuhi. Setiap mendekati deadline (tenggat waktu) tugas, saat itulah adrenalin kita akan meningkat dan biasanya ide-ide baru akan mengalir lancar. Kita akan berupaya sekuat tenaga memenuhi deadline. Sehingga pikiran akan berupaya mencari jalan tercepat menyelesaikannya.
  • Setel musik. Bagi yang suka musik, dengarkan musik favorit anda. Seperti misal lagu Never Leave Your Heart Alone di blog Bu Titik. Biarkan pikiran anda menari-nari. Apa saja ide yang anda dapat? Catat!
  • Rileks sejenak. Waktu pikiran terasa mampet, relakslah sebentar. Main playstation bareng anggota keluarga sering saya lakukan. Beri kesempatan pikiran anda untuk relaks.
  • Nikmati hobi anda. Seperti memancing yang biasa saya lakukan saat waktu senggang. Sambil menunggu umpan dimakan ikan, ide-ide segar dari kepala saya mengucur lancar. Anda pun bisa melakukannya. Apakah anda suka memelihara tanaman, bermain sepakbola, membaca, atau apapun hobi anda, nikmatilah untuk membuat anda lebih kreatif.
  • Tanyakan pada anak kecil. Sederhanakan persoalan yang tengah anda hadapi dan tanyakan pada anak kecil. Anda akan takjub terkadang jawaban-jawaban mereka begitu brilian. Simpel namun mengena untuk menyelesaikan persoalan.
  • Berdoa dan ACTION. Berdoa itu akan membuat anda lebih kreatif. Coba anda lakukan doa dengan sungguh-sungguh. Lalu barengi dengan ACTION. Kata Pak Haji Mohamsa Ramly, bekerjalah dengan penuh minat dan doa yang kuat.

Sebagai penutup, ada sebuah game sederhana. Lihat sembilan lingkaran kecil di bawah. Tugas anda adalah menghubungkan kesembilan lingkaran kecil itu dalam empat garis bersambung tanpa putus.

O O O

O O O

O O O

Silakan anda coba pecahkan dengan melakukannya di atas kertas. Kalau anda sudah berhasil melakukannya dalam empat garis, lanjutkan dengan mencobanya dalam tiga garis.

Bagaimana? Bisa kan?

 
;